[L’s Writing] I’m Writing!

June 27, 2012 § 2 Comments

The Reader! First novel that I read with Kak Rere =D

Hallo… Namaku L =D Aku beruang kecil milik kak Rere. Awalnya aku kira kakak baruku adalah kak Amasida, tapi ternyata aku dijadikan hadiah untuk ulang tahun kak Rere =( Awalnya aku sangat sedih dan takut pada kak Rere, karena saat itu aku sudah merasa senang bisa bertemu dengan kak Amasida. Tapi itu dulu, sekarang aku sudah senang bisa bersama kak Rere (asalkan tidak ada kak Rosa, adik kak Rere, yang selalu menarikku dari pelukan hangat kak Rere =,=). Oh ya kawan, apakah kalian mau tahu perjalanan hidupku saat masih jadi boneka pajangan di sebuah toko sampai aku bisa bersama kak Rere sekarang? 😀

Berawal dari sebuah tempat dimana aku dilahirkan. Saat pertama kali aku bisa melihat, aku sangat takut karena tempat itu sangat gelap dan suram. Hanya sinar mentari di pagi hari yang menjadi peneranganku bersama teman-teman boneka lain dan saat menjelang malam tempat itu menjadi sangat menakutkan. Suara cicitan tikus besar yang keluar tengah malam, dentangan jam yang selalu membuatku kaget, suara-suara aneh dari luar jendela, embusan angin malam yang selalu membuatku merinding dan suara yang diciptakan burung hantu di malam hari.

Aku sedih harus tinggal di tempat itu. Tempat itu sangat menyedihkan, sedikit tak terurus dan berantakan. Banyak tumpukan boneka tak berdosa yang teronggok memprihatinkan. Tapi aku sangat bersyukur karena bernasib lebih beruntung dari mereka. Kata temanku yang sudah tinggal lebih lama dariku, tempat itu adalah gudang dimana boneka baru dilahirkan dan kemudian akan di kirim ke sebuah tempat yang jauh lebih baik dari gudang itu.

Aku sangat senang saat mendengar cerita dari temanku itu. Katanya, aku bisa tinggal di tempat yang memiliki banyak camilan dan permen-permen beraneka rasa yang akan membuat gigimu sakit jika terlalu banyak memakannya. Temanku juga bercerita, bahwa tempat yang akan aku tinggali beraroma manis kue-kue kering dengan banyak cokelat didalamnya. Dia juga berkata bahwa tuanku nanti adalah seorang putri raja cilik yang baik hati dan penyayang. Aku membayangkan seluruh ucapan temanku itu dan aku sangat senang dengan imajinasi yang aku ciptakan.

Hari demi hari berlalu. Sehari, tiga hari, seminggu, sebulan, sampai bulan kedua aku sangat marah dan frustasi karena aku tidak kunjung diberangkatkan ke tempat yang temanku ceritakan. Bahkan aku sempat menganggapnya sebagai seorang pembohong karena saat itu keadaan seperti tidak menunjukkan tanda-tanda aku akan pergi ke istana tempatku akan bertempat tinggal, seperti yang ia janjikan. Seperti tahu akan keputus asaanku, dia pun mencoba menyakinkanku bahwa aku benar-benar akan pergi ke tempat yang dia ceritakan. Awalnya aku tidak memercayai kata-katanya, sampai suatu hari temanku, setelah sekian lama tinggal di gudang itu, diangkut pergi ke tempat lain yang dia ceritakan padaku. Sejak saat itu keyakinanku atas cerita-ceritanya tumbuh kembali dan imajinasiku berkembang semakin liar dari hari ke hari.

Sampai akhirnya impianku terwujud di bulan ke empat! =D Aku di angkut dan di bawa pergi dengan sebuah truk bersama teman-temanku yang lain. Truk itu beberapa kali berhenti dan menurunkan teman-temanku di tempat yang tidak kuketahui secara pasti, yang jelas saat aku melihat dari dalam truk, tempat itu sangat percis dengan cerita temanku, seperti istana. Megah dan mewah. Aku semakin tidak sabar dengan tempat yang akan aku tinggali nanti.

Sampai akhirnya aku diturunkan di sebuah tempat yang menurutku juga sama bagusnya dengan istana teman-temanku. Aku sangat senang saat di bawa masuk ke sebuah toko yang menjual boneka-boneka yang mirip denganku. Aku pikir aku bisa mendapatkan teman yang baik seperti teman lamaku yang sering menceritakan kisah-kisah menakjubkan di luar gudang.

Tapi apa yang aku harapkan tidaklah sama dengan kenyataannya. Saat aku mengajak seorang boneka berkenalan, dia melirikku tajam seperti hendak membunuhku.

“Hey bung! Kalau kau merasa masih anak bawang disini, menyingkirlah!” katanya. Dan tidak berbeda jauh dengan boneka-boneka lain yang lebih ‘senior’ dariku, mereka memperlakukanku dengan kejam. Mereka memperlakukanku seperti aku adalah boneka buangan di antara mereka. Bahkan yang baru datang sebulan lebih lama dariku saja terus mengolok-olokku bagai aku ini seorang pecundang. Tapi aku tidak pernah menghiraukan mereka karena menurutku, aku hanya akan buang-buang waktu jika menanggapi bualan-bualan mereka.

Sampai tiga bulan aku hidup dengan ‘mereka’, datanglah seorang gadis yang tak kukenal memilih-milih boneka. Jantungku mulai berdebar-debar karena hal itu sudah sekian kali terjadi dan aku masih belum terpilih menjadi boneka asuhan mereka. Sampai akhirnya… gadis kecil itu memilihku =D awalnya aku sangat senang karena kupikir, aku bisa menjadi boneka kesayangannya. Tapi ternyata dia membungkusku dan menempelkan kartu ucapan selamat ulang tahun dan sejak saat itu aku tahu bahwa nama gadis kecil itu adalah Amasida I.

Sampai suatu hari aku di bawa ke suatu tempat yang lumayan ramai dan di sana bertemu dengan gadis-gadis lain yang terlihat lebih tua dari kak Amasida. Aku semakin takut dan spekulasi mulai bermunculan dibenakku. Apakah salah satu dari mereka adalah kakak baruku? Apakah mereka akan memperlakukanku dengan baik? Apakah mereka menginginkanku? Aku takut sekali.

Sampai beberapa saat aku menunggu, datanglah seorang gadis yang terlihat lumayan tinggi dengan postur sedikit bungkuk, dengan kacamata minus. Apakah dia yang akan menjadi temanku? Dan dugaanku ternyata benar! Dia yang berulang tahun dan aku akan menjadi boneka miliknya. kak Amasida memanggilnya Re dan akhirnya aku menyimpulkan bahwa namanya adalah Re.

Setelah beberapa lama aku ikut berkeliling mall, akhirnya kak Re berpamitan dengan kawan-kawannya termasuk kak Amasida. Kami pun pulang naik angkutan umum dan aku melihat kak Re membuka sebuah buku yang aku tak tahu itu apa? Dan akhirnya akupun terdiam untuk waktu yang lama.

Setelah kak Re berhenti di stasiun, kami pun turun dan masih harus naik angkutan umum lain untuk sampai ke rumah kak Re. Sesampainya di sebuah masjid yang tak kuketahui di daerah mana itu, kami pun turun dari angkutan umum dan berjalan sedikit jauh sampai akhirnya kami pun sampai di rumah kak Re.

Awalnya aku takut pada kak Rere, tapi lama kelamaan aku senang bisa bersama kak Rere. Meskipun tidak ada cokelat, kue kering dan berbagai macam permen, aku senang karena kak Rere menganggapku sebagai adiknya sendiri. Dia sangat menyayangiku dan selalu membacakan dongeng dan kisah-kisah menakjubkan yang tak pernah aku dengar.

Aku harap, aku bisa bersama kak Rere selama-lamanya. Tapi kak Rere pernah berkata bahwa suatu hari nanti aku akan menjadi milik orang lain saat dia sudah tak bisa menceritakan dongeng dan kisah-kisah menakjubkan yang dia karang. Aku sangat sedih saat tahu hal itu, tapi kemudian aku senang karena pada akhirnya aku tahu siapa pemilik baruku nanti =D Meskipun masih lama, aku sangat menunggunya. Dan aku masih tetap bisa bersama kak Rere.

Yah, sedikit kisahku yang bertele-tele ini. Hikmah yang (mungkin) dapat kalian petik adalah jangan pernah berhenti untuk terus bermimpi, karena mimpi jugalah yang menghantarkan kita menuju sebuah kisah nyata yang lebih baik.

Sampai jumpa di [L’s Writing] yang lainnya =D

Advertisements

§ 2 Responses to [L’s Writing] I’m Writing!

  • @amasidaa says:

    Hahaha. L ku yang ku sayang (?) baik baik sama kak rendria yaa. katakan sayangku padanya, dan temani dia saat aku tak ada di sampingnya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading [L’s Writing] I’m Writing! at Ordinary Journal.

meta

%d bloggers like this: