#5 Music Review: Last Child feat. Giselle – Seluruh Nafas Ini

April 26, 2012 § Leave a comment

Saya gak tahu kenapa, beberapa hari ini selalu setia sama lagunya Last Child Feat. Giselle yang Seluruh Nafas Ini. Liriknya, musiknya, suara vokalisnya, hampir semua konten dalam lagu ini (kecuali video klipnya. Bad mark banget!!~). Penggambaran anak band Indonesia banget.

Actually, saya rindu musik Indonesia yang berkualitas, apalagi sekarang-sekarang ini banyak bermunculan girlband dan boyband yang berkiblat kearah girlband dan boyband Korea Selatan, saya sudah jengah (meskipun saya adalah K-Popers, tapi saya tidak suka kalau Indonesia tidak kreatif!!!~). Oke, mungkin Indonesia masih punya Agnes Monica, Sandy Sandoro, Afgan, Vidi Aldiano, Rossa, Anggun C. Sasmi, Citra Scholastika, dkk. Tapi, di mana semangat anak muda Indonesia yang dulu berlomba-lomba menciptakan grup band dan bersaing menciptakan lagu untuk dinikmati penikmatan musik di pasaran? (yah, meskipun pada akhirnya lagu yang mereka bawakan tidak booming seperti yang diharapkan). Kalau boleh banyak ‘bacot’ saya paling benci grup band dengan penampilan acakadut, nyanyi sering lipsync, suara aslinya gak enak dan kebanyakan pede.

Dari zaman awal saya suka dengerin musik (sekitaran SD) saya menemukan sedikit (sedikit sekali) grup band yang punya kualitas di atas rata-rata, seperti Peterpan, Gigi, Slank, D’Masiv, Padi, RAN, dan selanjutnya saya tidak pernah ingat saya punya grup band favorite kecuali keenam grup yang sudah saya sebutkan.

Dan belakangan ini, saya mulai menemukan sebuah grup band yang tidak kacangan dan punya semangat anak muda yang membara. Last Child. Meskipun namanya sudah tidak asing lagi di telinga para penikmat musik tanah air, tapi jujur saya baru tahu Last Child akhir-akhir ini karena lagunya yang berjudul Seluruh Nafas Ini yang berkolaborasi dengan ex-Indonesian Idol, Giselle.

Bicara tentang penampilan, penampilan Last Child itu apa adanya seorang anak band. Dan as you know guys, saya paling gak suka sama vokalisnya Last Child. Setiap melihat mereka performance, saya selalu menghindar dari si vokalis. Pembawaannya itu loh, kelihatan dekil terus. Tapi kalau menyangkut suara, saya secara pribadi kagum sama warna suara si vokalis, jenis suara yang jarang saya temui dari seorang vokalis grup band. Kalau mendengar suara si vokalis, saya jadi ingat sama suara Hyunseung BEAST yang beda banget dari suara penyanyi laki-laki yang biasanya sedikit dewasa, tapi kalau mereka… suara mereka cempreng, tapi enak untuk di dengar.

Menyangkut konten lagu Seluruh Nafas Ini, awalanya saya kebingungan dengan lirik lagunya. Karena kebingungan yang melanda, akhirnya saya cari lirik lagu dan mulailah saya menelaah satu per satu bait yang tertulis. Dan hasilnya… sumpah, saya cinta lagu ini. Benar-benar saya sangat kagum dengan si penulis lagu ini >,<

Liriknya benar-benar menyentuh, mendalam, benar-benar cerita cinta yang… wah!~ meskipun musiknya biasa saja –yah monoton musik anak grup band, dengan suara gitar dia awal lagu– tapi lagu ini cukup keren karena di dukung dengan liriknya yang punya pemilihan kata yang bagus. Tidak salah jika lagu ini saya jadikan salah satu lagu favorit saya dari Indonesia, bukan?

Tapi, saya sedikit kecewa saat menonton video klipnya. Masih ada sih keselarasan antara lagu dengan cerita yang di sajikan, tapi saya gak suka karena video klipnya masih banyak memiliki kekurangan disana-sini. Jadi kalau diibaratkan, video klip ini seperti buah mangga yang masih muda, tapi harus cepat panen karena yang menanam butuh uang. Jadi pembuatan video klipnya itu seperti sebuah film yang gak punya alur cerita yang jelas dan bermodalkan uang secukupnya. Jadi pada kesimpulannya, saya tidak suka dengan video klipnya (peace) tapi lagunya keren kok!~ hehehe…

Seluruh Nafas Ini Lyrics:

lihatlah luka ini yang sakitnya abadi
yang terbalut hangatnya bekas pelukmu
aku tak akan lupa, tak akan pernah bisa
tentang apa yang harus memisahkan kita

saat ku tertatih tanpa kau di sini
kau tetap ku nanti demi keyakinan ini

jika memang dirimulah tulang rusukku
kau akan kembali pada tubuh ini
ku akan tua dan mati dalam pelukmu
untukmu seluruh nafas ini

kita telah lewati rasa yang pernah mati
bukan hal baru bila kau tinggalkan aku
tanpa kita mencari jalan untuk kembali
takdir cinta yang menuntunmu kembali padaku

di saatku tertatih (saat ku tertatih)
tanpa kau di sini (tanpa kau di sini)
kau tetap ku nanti demi keyakinan ini

jika memang kau terlahir hanya untukku
bawalah hatiku dan lekas kembali
ku nikmati rindu yang datang membunuhku
untukmu seluruh nafas ini

dan ini yang terakhir aku menyakitimu
ini yang terakhir aku meninggalkanmu
takkan ku sia-siakan hidupmu lagi

ini yang terakhir dan ini yang terakhir
takkan ku sia-siakan hidupmu lagi

jika memang dirimulah tulang rusukku (terlahir untukku)
kau akan kembali pada tubuh ini (bawa hatiku kembali)
ku akan tua dan mati dalam pelukmu
untukmu seluruh nafas ini

jika memang kau terlahir hanya untukku
bawalah hatiku dan lekas kembali
ku nikmati rindu yang datang membunuhku
untukmu seluruh nafas ini, untukmu seluruh nafas ini
untukmu seluruh nafas ini

Music Score (3.5/5) | Music Video Score (2/5)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading #5 Music Review: Last Child feat. Giselle – Seluruh Nafas Ini at Ordinary Journal.

meta

%d bloggers like this: