[Diary, April 4th 2012] Peace of Soul

April 4, 2012 § Leave a comment

Beberapa hari ini saya banyak berpikir tentang hidup saya sendiri dengan segala tekanan yang ada. Menjelang Ujian Nasional ini saya mulai banyak mengintrospeksi diri tentang diri saya, hidup saya dan keadaan saya saat ini. Akhir-akhir ini saya mulai berusaha mencari sesuatu yang benar-benar bisa memberikan saya ketenangan, baik ketenangan untuk berkonsentrasi, untuk berpikir, dan untuk menjalani hidup yang terlalu sulit untuk dimengerti.

Bicara tentang ketenangan hidup, saya jadi ingat film Eat, Pray, Love yang pernah saya tonton beberapa waktu yang lalu. Saat mengingat detail film itu, saya jadi merasa saya adalah Eliz, si penulis buku laris Eat, Pray, Love itu. Mencari apa yang selama ini tidak bisa dia dapatkan bersama sang suami, pekerjaannya dan her perfect life. Kemudian dia memutuskan untuk menceraikan suaminya dan mencari sesuatu yang baru di Italia, di India dan of course mancari cinta sejatinya di Indonesia. Tapi berbeda dengan saya yang haven’t a husband, just a little infamous girl in high school, and haven’t a perfect life like Eliz dan tentu saja I haven’t enough money yet to see another country like Eliz.

Beberapa tahun yang lalu, ketika saya masih belum benar-benar mengerti tentang hidup ini, saya merasa amat senang dan merasa seperti sudah menemukan hidup ketika menjadi seorang K-Popers. Oke, mungkin awalnya berjalan dengan lancar, tapi seiring berjalannya waktu, saya merasa ada yang aneh saat saya ber-K-Pop ria.

Dulu, waktu saya masih pertama kali jadi K-Popers (sekitar SD kelas berapa gitu, saya lupa) saat lihat bias langsung teriak-teriak sendiri, sekarang? Saya hanya bisa tersenyum dan cukup bilang “ganteng.” dan itu pun hanya dalam hati. Dulu, saya rela pulang malam hanya untuk ikut acara yang berhubungan dengan K-Pop, sekarang? Terima kasih deh… ini bukan karena saya sekarang sudah kelas IX SMP tapi karena ada suatu perasaan yang membuat aku untuk menolak. Toh, kalau dipikir-pikir hal-hal seperti itu hanya buang-buang waktu, tenaga, uang dan perasaan. Apalagi sekarang fans tiap fandom egonya… selangit. Contoh saja yah, seperti seorang fans fandom A yang sudah lama di fandom A dan terkenal banget, saat bertemu dengan fans fandom yang sama tapi tidak selama dia, dia akan menjauh. Maksudnya apa berlaku seperti itu? Sama-sama fans, let’s be friend cause we’re in the same fandom, ini… ??

Mungkin, readers yang juga seorang K-Popers pasti akan berkomentar “Itu kan juga tergantung gimana kelakuannya fans baru itu?” atau “Itu kan tergantung fans baru itu cara kenalannya gimana?”. Sanggahan seperti itu memang ada benarnya juga, kalau kelakuan fans baru itu semena-mena juga perlulah untuk tidak dekat-dekat, tapi kalau misalkan dia hanya seorang fans yang ingin lebih dalam kenalnya dengan Boyband atau Girlband yang dia sukai, apa salahnya sih kita berteman? Pernah suatu waktu saya datang ke ghatering dengan fandom yang random, saya lihat seseorang datang sendiri dan dia diam, bingung harus melakukan apa. Kasihan gak sih? Akhirnya saya datang kearah dia, tanya fandomnya apa dan dia jawab. Saya tanya lagi, kenapa tidak bergabung dengan yang lain (baca: fandomnya), dia jawab dia itu fans baru dan dia seperti terkucilkan saat berusaha berkenalan.

Disitu ketenangan hidup saya mulai terusik lagi. Pertanyaan mulai berkelebat dalam benak saya, “Apakah saya juga sama seperti fans yang menganggap diri mereka sudah amat sangat lama bergelut dengan K-Pop?” atau “Apakah saya mulai bersikap egois?” dan masih banyak lagi pertanyaan yang masih mengganjal dalam benak saya?

Satu lagi cerita yang menambah kegalauan saya. Seorang teman yang yah, bisa di bilang sudah cukup lama menjadi seorang K-Popers dan (jujur) dia terlihat atau bahkan sangat sombong di hadapan kawan-kawannya termasuk di hadapan saya. Dia selalu membanggakan fandomnya (oke, mungkin untuk semua fandom akan terjadi hal seperti ini) tapi (kasihannya) dia sama sekali tidak mengerti kabar terbaru tentang fandom lain kecuali fandomnya sendiri, bahkan dia sempat menjelek-jelekkan fandom saya. Ya, saya marah terntu saja. Tapi bukan karena dia menghina fandom saya yang saya pikirkan, tapi ada satu pertanyaan saya yang sampai sekarang masih jadi patokan untuk jadi K-Popers yang sehat, “Apakah saya juga sama sepertinya yang sombong di hadapan banyak fans fandom lain?” atau “Apakah saya pernah menghina fandom lain?” atau lagi “Apakah saya sudah melukai perasaan orang lain dengan kata-kata saya yang cukup kasar?” dan masih banyak pertanyaan lain yang mengganjal sampai sekarang.

Dan parahnya teman saya ini bukanlah seorang anak yang dekat dengan orang tuanya, entah karena orang tuanya yang kurang perhatian atau dia yang terlalu banyak merelakan waktunya untuk ber-K-Pop ria. “Apakah hubungan saya dengan kedua orang tua saya sudah begitu renggang?”, “Apakah sampai saat ini saya masih bisa membina hubungan baik dengan kedua orang tua saya?” dan “Apakah saya sudah benar membagi waktu antara kehidupan nyata dan fangirling?” adalah pertanyaan saya berikutnya tentang hidup saya yang masih terus berlanjut ini.

Dari pengalaman singkat saya, saya menuliskannya dalam bacaan yang tidak bermutu ini sebagai patokan dalam hidup saya, instropeksi hidup, dan catatan harian untuk bisa di kenang lagi suatu hari nanti.

Dan dengan adanya tulisan ini, saya berdo’a pada Tuhan agar Tuhan bisa membukakan pintu hati saya dan bisa menunjukkan pada saya ketenangan hidup yang saya idam-idamkan saat ini. Tidak perlu seperti Eliz di Eat, Pray, Love, yang penting saya bisa merasakan dan memahami arti dari sebuah kedamaian.

Terima kasih, sudah mau membaca tulisan tidak bermutu ini, semoga anda sekalian bisa mengambil hikmah dari tulisan ini. See ya in another post, spread your happiness to people around your life. Be better than before. Bye~

By the way, ini ada picture bias saya saat ini =D enjoy…

Yook Sung Jae (Magnae of BTOB) and Yong Junhyung (Joker of B2ST)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading [Diary, April 4th 2012] Peace of Soul at Ordinary Journal.

meta

%d bloggers like this: