[2nd Teaser FF] —

June 24, 2011 § 4 Comments

Title : — (Belum ada judulnya. Mau kasih saran?)

Author : Rendria Sari Kusumawati a.k.a Rererendria

Length : Continue, Series

Genre : Romance

Rating : NC-15 / PG-17 (Silahkan pilih sendiri)

Cast :

  • Noneon as Nam Ha Young
  • Yang Yoseob (Beast)
  • Jang Hyun Seung (Beast)
  • Park Chorong (Apink)

Other Cast :

>>>> You can find other Beast member and yourself in one part of this chapter

A/N : Nam Ha Young belongs to Noneon | Yang Yeosob belongs to himself | Park Chorong belongs to herself | Jang Hyun Seung is Mine | Plot is my idea. So, it means the plot is mine too | Sorry Dorry Morry if you find error grammar from me. Can you check and said to me if you find? Thank You ^_^

HAPPY READING ALL >0<

***

Author P.O.V

—Namja Part—

Mengemudi sendiri tanpa ada yang menemani. Tak ada seorang pun yang bisa diajaknya menikmati malam di Seoul bersama. Diskotik, motel bahkan apotek masih ramai didatangi pengunjung malam yang tidak akan pernah habis meski pagi sudah menjelang. Kegiatan yang sering dilakukan olehnya yang sedang berkonsentrasi di depan kemudi. Datang ke diskotik, berkunjung ke apotek sebentar dan pulang ke apartment-nya bersama seorang yeoja yang sama. Selalu seperti itu setiap malam kecuali malam ini.

Dering ponsel namja itu terdengar sangat keras. Menyebabkan erangan lirih dari si pengemudi.

Yeobseyo? Aku sudah bilang ya! Aku akan pulang! Aku tidak akan pulang ke apartment! PUAS?!” bentak namja itu pada seorang di seberang sana. Ponsel berwarna hitam itu dibantingnya setelah sambungan telepon terputus.

Argh… Eomma benar-benar memuakkan!!” teriaknya sambil memukul-mukul kemudi yang sedang dipegangnya dan kemudian mempercepat laju mobilnya.

Setelah cukup lama mengemudi, namja itu sampai di sebuah rumah besar dan berjalan memasuki rumah yang sudah sepi bak rumah raja hantu. Tentu saja, semua pelayan yang bekerja di rumah itu sudah tertidur pulas tanpa ada yang sadar dengan kedatangan namja itu.

Lampu di seluruh ruangan sudah mati kecuali lampu ruang tamu. Namja itu berjalan mendekati ruang tamu dan dugaannya tepat saat melihat ada dua orang duduk berdiam diri.

Dari mana saja kau?” tanya seorang lelaki paruh baya yang mulai berdiri sambil menatap namja itu.

Kau tahu aku bukan? Harusnya kau bisa mengerti anakmu ini, appa!” jawab namja itu dengan volume yang sedikit naik. Namja itu menatap lelaki paruh baya yang dipanggilnya appa. Kemudian berpaling melihat seorang wanita yang kecantikannya sudah dimakan usia. Wanita itu menitikkan air matanya sambil menatap namja itu. Di matanya terlukis kata, ‘hentikan semua ini atau kau akan mati! jebal~~’. Tapi tatapan mata seperti itu tidak membuat luluh hati namja yang sudah kembali menatap mata appanya.

Jangan berbicara kurang ajar pada appa! Kau mengerti!!” teriak appa namja itu sambil mengacungkan jari telunjuknya ke arah namja itu.

Aku tidak takut. AKU TIDAK TAKUT PADA APPA!!!” teriak namja itu tanpa takut appanya akan marah lagi.

YANG YOSEOB !!! Kau… Kau sudah mulai kurang ajar pada appa? Oke kalau begitu, berhentilah menjadi anak appa!!! SEKARANG SAMPAI KAU MENGERTI ARTI TAAT PADA ORANG TUA !!!” balas appa namja itu tak kalah keras dengan anaknya yang bernama Yang Yoseob.

Appa… Jangan lakukan itu, dia anak kita. Jangan terlalu keras padanya, dia hanya perlu diajari sedikit tata krama~~” kata wanita yang terlihat sangat tua karena keriput yang ada di wajahnya.

Berhentilah memanjakan anak ini eomma. Kau tahu bukan, dia adalah anak kurang ajar yang tidak perlu dikasihani!!” kata appa namja itu pada wanita yang dipanggil eomma.

Benar. Kata-kata appa memang benar. Eomma memang tidak seharusnya membelaku terus. Sudahlah, aku lelah dan aku mau tidur. Selamat malam” kata namja itu kemudian pergi meninggalkan kedua orang tuanya yang dilanda perih dan luka yang menusuk di dada…

—You, Namja and Yeoja Part—

Namja itu sudah sampai di Busan Cultural Hospital. Ia berlari saat sudah memasuki rumah sakit itu. Masih dengan pakaian kantorannya yang lengkap, dia menengok ke segala arah berharap bisa melihat seseorang yang dikenalnya. Sampai dia menemukan seorang yang ditemukannya.

Hani? Jang Hani? Apa kau masih terbangun?” bisiknya pada seorang yeoja yang tertidur dengan make up yang sudah tidak keruan.

Hoam… Oppa? Oppa sejak kapan kau datang?” tanya yeoja itu sambil menguap karena kantuk.

Eomma. Bagaimana keadaan eomma?” tanya namja itu pada yeoja yang bernama Jang Hani itu.

Eomma tadinya ada dalam keadaan kritis, untung saja uisa yang kemarin buru-buru datang. Eomma tertolong, tapi…”

Tapi kenapa Hani? Jelaskan padaku semuanya, semua yang aku lewatkan!” tanya namja itu sambil memegang erat kedua lengan Hani. Namja itu berusaha menatap mata Hani, tapi Hani berusaha menyembunyikan mukanya sampai seorang uisa datang menghampirinya.

Apakah benar kau yang bernama Jang Hyun Seung?” tanya uisa itu tanpa ragu. Uisa itu seperti yakin jika namja itu bernama Jang Hyun Seung.

Ne, aku Jang Hyun Seung. Ada yang bisa aku bantu?” kata namja yang ternyata benar bernama Jang Hyun Seung.

Aku Nam Ha Young, uisa baru yang akan menangani Nyonya Jang. Bisa kau ikut aku sebentar?” tanya uisa yang bernama Nam Ha Young itu.

Ne. Hani, kau tetap disini ya jagi. Oppa akan kembali. tunggu yah…” kata Hyun Seung kemudian mengikuti Ha Young uisa yang sudah lebih dulu berjalan pergi.

Uisa itu berhenti di depan sebuah ruangan dan masuk kedalam. Hyun Seung mengikuti instruksi uisa berparas manis itu tanpa banyak bicara.

Anda sudah tahu apa yang saya bicarakan pada Nona Jang Hani tentang ibu anda?” tanya uisa manis itu pada Hyun Seung.

Belum. Memangnya, apa yang uisa bicarakan dengan Hani?” tanya Hyun Seung yang benar-benar tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Ha Young uisa tadi.

Saya akan katakan, tapi saya harap anda bisa bersabar. Nyonya Jang sudah mengidap kanker otak stadium akhir. Tidak ada kesempatan hidup untuknya lagi. Maafkan saya berkata langsung pada intinya, tapi ini juga demi kebaikan anda dan keluarga” kata Ha Young uisa langsung pada inti pembicaraan. Hyun Seung sempat tak dapat menjelaskan arti dari perkataan uisa itu. Setelah lama berdiam diri, dia baru mengerti akan apa yang dikatakan Ha Young uisa. Eomma-nya sudah tidak memiliki waktu untuk hidup lagi.

Uisa, berapa lama eomma saya akan bertahan?” tanya Hyun Seung yang matanya sudah mulai menitikkan air mata.

Jika Nyonya Jang rajin terapi, paling lama dia akan bertahan selama 3 bulan. Tapi jika Nyonya Jang tidak ingin melakukan terapi, kesempatan bertahan hanya 2 bulan” jawab uisa itu memasang muka serius.

Tolong uisa, jangan katakan apapun tentang hal ini pada eomma. Aku takut, aku takut sekali…” kata Hyun Seung yang sudah menitikkan air matanya deras.

Eomma tidak akan hidup lama lagi. Eomma~~” bisik seorang yeoja dari balik pintu. Jang Hani, adik Jang Hyun Seung sedang memperhatikan oppa-nya dan Ha Young uisa dari luar ruangan.

Sesaat setelah itu, Hani muai berlari menjauhi ruangan Ha Young uisa. Dan tak terasa wajahnya sudah basah lagi karena air matanya jatuh lagi. Sikapnya yang lemah ini berbanding terbalik dengan sikapnya yang selalu tampil sebagai desainer yang kuat.

Ya. Jang Hyun Seung dan Jang Hani adalah sepasang kakak-adik yang hanya beda usia 3 tahun saja. Diusia yang masih muda, mereka sudah berhasil dibidangnya masing-masing. Jang Hyun Seung melanjutkan bisnis kertas milik keluarganya dan Jang Hani bekerja sebagai desainer di Korea Selatan-Perancis.

Mungkin orang yang tidak mengerti keluarga Jang akan sangat senang jika berubah menjadi keluarga yang super kaya itu, tapi ini sangat berbanding terbalik dengan keadaan mereka sendiri. Ayah Jang bersaudara ini sudah meninggal 8 tahun yang lalu saat mereka masih bersekolah. Perusahaan yang sudah didirikan ayah Jang bersaudara ini hampir bangkrut. Jika tidak ada Nyonya Jang, mungkin Jang bersaudara ini tidak akan melanjutkan studi mereka ke luar negeri.

Dan kini, eomma yang sudah membesarkan mereka sendiri selama 8 tahun harus menyusul Tuan Jang yang sudah ada di surga. Sungguh malang nasib kedua Jang bersaudara ini. Jika suatu hari nanti mereka dapat bersama dengan seorang yang mereka cintai, mungkin mereka akan tetap kuat.

Hani kembali duduk di tempatnya, mulai mencari-cari pembersih make up yang dibawanya. Mulai membersihkan mukanya yang sudah belepotan make up dan menghilangkan linangan air mata yang ia ciptakan. Selesai dia membersihkan mukanya, Hyun Seung sudah mendekatinya.

Kau cantik. Kau benar-benar cantik. Kau yang paling cantik. Kau yang akan selalu menjadi yang tercantik. Kau dongsaengku yang paling cantik. Saranghae…” kata Hyun Seung sambil memeluk Hani erat.

Nado oppa, saranghae… Jeongmal saranghae…” kata Hani sambil membalas pelukan Hyun Seung diatas tangisan pilu seorang yang rapuh…

—Eomma and Appa Part—

Ini semua salahku. Aku yang terlalu memanjakannya. Aku yang terlalu menyayanginya. Aku tidak bisa mendidiknya dengan benar” kata wanita paruh baya itu pada seseorang dihadapannya.

Bukan salahmu dia seperti ini, mungkin karena wanita itu dia jadi seperti ini. Park Chorong. Lihat saja nanti aku akan membalas semuanya. Aku bersumpah akan mengembalikan Yoseob seperti dulu. Aku akan membuatnya tidak mencintai Chorong lagi!!” kata lelaki paruh baya itu menggebu-gebu sebagai jawaban pernyataan wanita yang ada disampingnya.

Aku hanya punya satu cara untuk membuat Yoseob kembali seperti dulu. Hanya dia yang bisa membantu kita appa. Nam Ha Young…” kata wanita itu masih dalam isakan tangisnya untuk sang buah hati…

***

Gimana? Jelek ya? Nggak kerasa feel-nya yah? Ya sudahlah, jangan dibaca Teaser kedua ini =,= dadah…

Advertisements

Tagged:

§ 4 Responses to [2nd Teaser FF] —

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading [2nd Teaser FF] — at Ordinary Journal.

meta

%d bloggers like this: